يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ
لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki
dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan
bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang
paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa
diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
(Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang
laki-laki dan seorang perempuan) yakni dari Adam dan Hawa (dan Kami
menjadikan kalian berbangsa-bangsa) lafal Syu'uuban adalah bentuk jamak
dari lafal Sya'bun, yang artinya tingkatan nasab keturunan yang paling
tinggi (dan bersuku-suku) kedudukan suku berada di bawah bangsa, setelah
suku atau kabilah disebut Imarah, lalu Bathn, sesudah Bathn adalah
Fakhdz dan yang paling bawah adalah Fashilah. Contohnya ialah Khuzaimah
adalah nama suatu bangsa, Kinanah adalah nama suatu kabilah atau suku,
Quraisy adalah nama suatu Imarah, Qushay adalah nama suatu Bathn, Hasyim
adalah nama suatu Fakhdz, dan Al-Abbas adalah nama suatu Fashilah
(supaya kalian saling kenal-mengenal) lafal Ta'aarafuu asalnya adalah
Tata'aarafuu, kemudian salah satu dari kedua huruf Ta dibuang sehingga
jadilah Ta'aarafuu; maksudnya supaya sebagian dari kalian saling
mengenal sebagian yang lain bukan untuk saling membanggakan ketinggian
nasab atau keturunan, karena sesungguhnya kebanggaan itu hanya dinilai
dari segi ketakwaan. (Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara
kalian di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya
Allah Maha Mengetahui) tentang kalian (lagi Maha Mengenal) apa yang
tersimpan di dalam batin kalian.
